Nama Bupati dan Sekda Diseret dalam Pusaran Dana Revitalisasi,Pemkab Majene Tegaskan Tidak Terlibat

MAJENE,Channelsulbar.Com – Bupati Majene Andi Achmad Syukri Tammalele membantah keterlibatan dirinya dalam pusaran dugaan aliran dana Rp 540 juta yang dikaitkan dengan program revitalisasi sekolah tahun 2026.Ia menyebut persoalan tersebut merupakan urusan transaksi pribadi, bukan kebijakan pemerintah daerah.

Bupati mengaku pernah mengundang pihak Dinas Pendidikan dan calon penerima bantuan untuk membahas persoalan tersebut. Ia menyatakan justru menyarankan agar program berjalan sesuai petunjuk teknis dan mendapat pendampingan kejaksaan.

“Saya maupun Pak Sekda sama sekali tidak melakukan intervensi apa pun terhadap proyek revitalisasi,” tegas bupati pada saat di hubungi melalui via telpon. Selasa 27 Oktober 2026).

Baca Juga:   Bawa Nama Majene, Nayla Sabet Juara 3 Puteri Ekonomi Kreatif Sulselbar 2026


Sementara itu, Sekda Majene H. Ardiansyah juga membantah keterlibatan pemerintah daerah. Ia menyatakan pihaknya tidak mengetahui dan tidak terkait dengan dana Rp 540 juta tersebut.
Meski demikian, dugaan aliran dana itu masih membutuhkan verifikasi terhadap keterangan para pihak dan bukti transaksi.

Dalam keterangannya,Sekda Majene Ardiansyah, membantah keras adanya keterlibatan dirinya, bupati, maupun pihak Pemerintah Kabupaten Majene lainnya dalam persoalan transaksi keuangan yang tengah menjadi sorotan publik saat ini. Menurut Ardiansyah, dia secara pribadi tidak mengenal Ilham, salah satu pihak yang disebut-sebut mengetahui proses transaksi kepada IH. Ia menjelaskan bahwa interaksi yang pernah terjadi dengan Ilham hanya berlangsung dalam konteks pelayanan publik saat menerima aduan masyarakat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Majene.

“Secara pribadi saya tidak mengenal Saudara Ilham. Pertemuan yang pernah terjadi semata-mata dalam kapasitas pelayanan aduan masyarakat di kantor pemerintah,” tegas Ardiansyah.

Sampai berita di tulis Redaksi tetap membuka ruang konfirmasi dan hak jawab bagi seluruh pihak yang disebut agar persoalan ini terang berdasarkan fakta. (*)

Baca Juga:   BPM RI Desak Aparat Tangkap KKB OPM Pelaku Pembunuhan Pekerja Di Sekolah Yahukimo