Majene Sabet Juara Umum FTBI 2026,Tingkat SD dan SMP.

Generasi Muda Majene siap menjaga Bahasa Mandar


MAKASSAR,Channelsulbar.Com- Kontingen Kabupaten Majene sukses mengukir prestasi gemilang dalam perhelatan Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat Tahun 2026 yang diumumkan secara resmi dalam perhelatan Selebrasi FTBI 2026 di Hotel Novotel Makassar. Mendominasi cabang lomba berbahasa Mandar, para siswa jenjang SD dan SMP asal Majene berhasil mengantarkan daerahnya keluar sebagai Juara Umum.Dari total 16 kategori pemenang, kontingen Majene tampil mendominasi dengan mengantongi 9 gelar juara pertama dan 5 posisi runner-up.Raihan prestasi yang diraih oleh para kontingen muda Majene yaitu:
Pada Jenjang Sekolah Dasar (SD) Juara 1: Pidato Putra, Stand Up Comedy Putri, Menulis Cerpen Putra, dan Menulis Cerpen Putri dan Juara 2: Dongeng Putra, Dongeng Putri, Pidato Putri, dan Stand Up Comedy Putra.

Sementara pada jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) meraih Juara 1: Pidato Putri, Dongeng Putra, Dongeng Putri, Cerpen Putra, dan Cerpen Putri dan Juara 2: Stand Up Comedy Putra.Koordinator Kontingen FTBI Kabupaten Majene, Muh. Awaluddin, mengutarakan bahwa pencapaian gemilang ini merupakan buah dari konsistensi, kerja keras, serta sinergi erat antara siswa, guru pendamping, dan pelatih serta dukungan para Kepala Sekolah di satuan Pendidikan.Sabtu 31/10/2026

“Tanpa dukungan siswa dan para pendamping atau pelatih yang serius mengawal latihan, prestasi puncak ini tentu sangat sulit kita raih,” ujar Awaluddin.

” Demikian pula apresiasi mendalam disampaikan kepada segenap pihak yang mensupport perjuangan para siswa, baik secara moril maupun materil. Apresiasi tersebut ditujukan kepada Balai Bahasa Propinsi Sulawesi Selatan, Pemerintah Kabupaten Majene, Dinas Pendidikan dan Pemuda Olahraga Kabupaten Majene, para sponsor, hingga para Guru Utama Revitalisasi Bahasa Daerah edisi 2025 dan 2026. Guru-guru inilah yang turut berjuang gigih mengawal rangkaian proses sejak Diseminasi Revitalisasi Bahasa Daerah, FTBI 2026 tingkat kabupaten, hingga pendampingan para peserta di tingkat provinsi. FTBI sendiri merupakan agenda tahunan strategis dari Badan Bahasa Kemendikdasmen dalam mendukung program Revitalisasi Bahasa Daerah. Ajang ini dirancang sebagai benteng pelestarian agar bahasa daerah,
khususnya bahasa Mandar, dapat tetap eksis, terjaga dan hidup di tengah-tengah tunas muda sebagai bahasa ibu dan kebanggaan jati diri sebuah suku bangsa di Indonesia.

Menutup pernyataannya, Awaluddin berharap keberhasilan ini dapat menjadi pemantik komitmen dukungan yang lebih besar dari pemangku kebijakan di daerah.
“Hal ini harus menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah agar program revitalisasi bahasa mendapat dukungan nyata yang lebih kuat, baik dari segi kebijakan, regulasi, maupun penganggaran,” tutupnya.****

Baca Juga:   Jasman;Ketua Komisi III DPRD Majene Turun Tangan Terkait Pasien Laka di Puskesmas Malunda