MAJENE,Channesulbar.Com-Pemerintah Kabupaten Majene melaksanakan upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026, berlangsung khidmat di Lapangan Pendopo Rumah Jabatan Bupati Majene, Jl. Tenno Heiko, Kelurahan Pangali-Ali, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, pada Rabu (28/10) pukul 08.00 WITA. Kegiatan mengusung tema “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia”.
Upacara dipimpin langsung oleh Bupati Majene, Dr. H. Andi Achmad Syukri, S.E., M.M., selaku Inspektur Upacara. Sebagai Perwira Upacara bertindak Idham dari Humas Pemda Majene, sedangkan Komandan Upacara diamanahkan kepada Safri, S.Pd. dari Andalan Ranting Banggae Timur. Upacara dihadiri oleh Wakil Bupati Majene, Dr. Hj. Andi Rita Mariani, M.Pd., unsur Forkopimda, perwira TNI-Polri, para pimpinan instansi, ASN, organisasi kemasyarakatan, mahasiswa, pelajar, serta tamu undangan lainnya, dengan total peserta sekitar 300 orang.
Pasukan upacara terdiri dari unsur Kodim 1401/Majene, Polres Majene, enam barisan ASN Kabupaten Majene, mahasiswa, organisasi kemasyarakatan, serta pelajar tingkat SD, SLTP, dan SMA sederajat. Rangkaian upacara berjalan tertib dan khidmat, dimulai dengan kedatangan Komandan Upacara, laporan pasukan, penghormatan, pengibaran Bendera Merah Putih, pembacaan Pancasila dan UUD 1945, hingga pembacaan ikrar Sumpah Pemuda. Salah satu momen istimewa dalam upacara kali ini adalah pencanangan program pelestarian Bahasa Mandar sebagai upaya memperkuat jati diri dan kebudayaan lokal.
Dalam amanat yang dibacakan Bupati Majene, yang merupakan sambutan resmi Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, disampaikan bahwa semangat Sumpah Pemuda yang diikrarkan 98 tahun silam bukan sekadar kenangan masa lalu, melainkan nilai yang harus terus hidup dalam karakter setiap generasi penerus bangsa. Kemajuan sejati bangsa dimulai dari manusia — dari karakter, dari hati yang mencintai tanah air, jiwa yang tidak menyerah, dan kepedulian terhadap sesama. Oleh karena itu, generasi masa depan harus dibentuk menjadi generasi yang patriotik, gigih, dan berempati. Patriotik berarti mencintai Indonesia bukan hanya dengan kata-kata, melainkan melalui tindakan nyata dan pengabdian. Gigih berarti tidak menyerah di tengah kesulitan dan tidak berhenti berjuang demi yang terbaik bagi bangsa.
“Patriotisme tanpa kepedulian akan kehilangan maknanya. Kegigihan tanpa nurani akan kehilangan arahnya. Dan kemajuan tanpa kemanusiaan bukanlah kemajuan yang sesungguhnya,” tegas amanat tersebut. Pesan ini juga mengajak para pemuda untuk bermimpi setinggi langit, bekerja sekeras mungkin, menjadi pribadi yang kuat namun tetap lembut hati, berani memimpin sekaligus bersedia melayani, dan menjadikan setiap ilmu serta pengorbanan sebagai bukti cinta kepada Indonesia.
Upacara berakhir sekitar pukul 08.45 WITA dalam keadaan aman dan lancar, kemudian dilanjutkan dengan acara penyerahan piala dan penghargaan kepada para pemenang lomba yang telah diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98 di Kabupaten Majene. Semangat persatuan, kedisiplinan, dan kepedulian menjadi pesan utama yang diharapkan terus dihayati dan diwujudkan oleh seluruh masyarakat, khususnya generasi muda Majene.””
Bupati Majene,Hari Sumpah Pemuda ke-98,Patriotisme adalah Semangat Persatuan


