Dinas Pendidikan, Setiap Hari Jumat Pelajar di Sekolah Gunakan Bahasa Mandar

MAJENE, Channelsulbar, Com– Sebagai implementasi kongres bahasa daerah pertama yang diselenggarakan badan pengembangan dan pembinaan bahasa ( Kemendikdas RI), di kota Jayapura, Papua, 19-22 Oktober 2026 yang dibuka secara resmi Mendikdasmen RI Abdul Mu’ti, Dinas  pendidikan dan pemuda olahraga (Disdikpora) Kabupaten Majene telah resmi mencanangkan penggunaan bahasa daerah khusus bahasa Mandar di kalangan pelajar.

Hal itu disampaikan Kepala Disdikpora Kabupaten Majene, Andi Asraf saat pencanangan dimulainya penggunaan bahasa daerah Mandar di setiap sekolah pada setiap hari Jumat waktu sekolah berlangsung.

Karenanya, setiap  pendidik, tenaga kependidikan, warga belajar dan peserta didik disarankan untuk dapat mengindahkan hal tersebut. Tentunya ini merupakan suatu langkah positif dalam proses belajar maupun dalam pergaulan di antara sesama siswa siswi di lingkungan sekolah masing-masing.
Sebelumnya, Bupati Majene Andi Achmad Syukri telah membacakan naskah tertulis dalam penggunaan bahasa daerah Mandar tepat peringatan hari sumpah pemuda di pendopo rumah jabatan Bupati Majene.

Bupati Majene menegaskan bahasa daerah adalah napas kebudayaan dan identitas yang membentuk jati diri generasi kita. Di tengah arus modernisasi, pelestarian bahasa Mandar bukan sekadar kewajiban budaya, melainkan bagian dari pendidikan karakter dan penguatan kebinekaan.
Cari Peta Wilayah

Bupati Majene menegaskan bahasa daerah adalah napas kebudayaan dan identitas yang membentuk jati diri generasi kita. Di tengah arus modernisasi, pelestarian bahasa Mandar bukan sekadar kewajiban budaya, melainkan bagian dari pendidikan karakter dan penguatan kebinekaan

” Dengan demikian, pada hari ini, Rabu, 28 Oktober 2026, dengan memohon ridho Allah SWT dan penuh semangat bersama, kita mencanangkan:“JUMAT BERBAHASA MANDAR: SATU BAHASA, SATU JIWA, SATU IDENTITAS”, cetus Bupati AST disertai tepuk tangan hadirin.
Bupati Majene melanjutkan, jadi setiap hari Jumat, seluruh warga satuan pendidikan berkomitmen menggunakan bahasa Mandar dalam interaksi, kegiatan pembelajaran, dan aktivitas sekolah.
” Mari semuanya kita hidupkan bahasa Mandar di ruang kelas, di halaman sekolah, dan di hati generasi muda Majene,” ajak Bupati AST.

Semoga langkah ini menjadi ikhtiar nyata dalam melestarikan kearifan lokal, dan membangkitkan kebanggaan sebagai anak Mandar, Sulawesi Barat. INGGAE MAQBASA MANDAR.

Baca Juga:   Akreditasi RSUD Majene Oleh LARS DHP Diharapkan Hasil Paripurna