Dinilai Lambat, FORMASI Desak Kejari Majene Perjelas Kasus Dugaan Proyek Fiktif RSUD Majene

Gambar: Aliansi Forum Pemuda Pemerhati Demokrasi (FORMASI) Sulawesi Barat ( kiri: Ma'ruf, Kanan: Firsan)Mendesak Kejaksaan Negeri Majene, Tuntaskan Kasus Dugaan Proyek Fiktif RSUD Majene.

MAJENE–Aliansi Forum Pemuda Pemerhati Demokrasi (FORMASI) Sulawesi Barat kembali mendesak Kejaksaan Negeri Majene yang dinilai sangat lambat dalam proses penanganan kasus dugaan proyek fiktif di RSUD Majene.

Hal itu disampaikan, Firsan Aktivis KAMRI yang tergabung dalam Aliansi FORMASI saat di Wawancara awak media di salah satu Warkop di Kabupaten Majene. Kamis, (18/7/24)

Baca Juga:   Gertak Sulbar Mendesak Kejati Percepat Proses Hukum Dugaan Proyek Fiktif RSUD Majene

Firsan menilai Kejaksaan Negeri Majene sangat lambat menangani kasus dugaan proyek fiktif RSUD Majene

“Kejaksaan harus segera memproses kasus ini sampai tuntas, ini sudah terlalu lambat dan potensi akan jalan di tempat seperti penangan kasus di KPU majene” Tegasnya

Ia menambahkan jika dalam waktu dekat Kejaksaan Negeri Majene masih tidak ada kejelasan mengenai kasus tersebut, maka Massa Aksi Aliansi FORMASI akan kembali menggeruduk Kantor Kejari Majene.

Baca Juga:   Gertak Sulbar Kembali Mendesak Kejati Sulbar Tuntaskan Dugaan Proyek Fiktif RSUD Majene

Ditempat yang berbedah, Ma’ruf Aktivis Pergerakan yang juga bagian dari Aliansi FORMASI menegaskan akan kembali melakukan konsolidasi besar-besaran jika Kejari Majene tidak segera menuntaskan Kasus Dugaan Proyek Fiktif RSUD Majene.

“ini sudah jauh dari komitmen awal waktu Aksi dan Audiens dengan pihak Kejaksaan Negeri Majene, Karena itu kami mendesak Kejaksaan Negeri Majene untuk segera menuntaskan Kasus tersebut. jika tidak, kami akan melakukan konsolidasi besar-besaran dan akan menduduki Kajari Majene”. Ancam Ma’ruf Mahasiswa Fakultas Hukum Unsulbar.(*)

Baca Juga:   Dibawah Kepemimpinan AST-ARIS, Aset Pemda Bersengketa 42 Tahun Diselamatkan

Tinggalkan Balasan