Kemarau Panjang, Aktivitas Pertanian di – Majene Terdampak

MAJENE,Channelsulbar.Com-Musim kemarau panjang tahun 2026 yang dipicu oleh dinamika iklim seperti ancaman El Niño membuat sejumlah wilayah di Indonesia mengalami krisis air bersih dan ancaman gagal panen,Kondisi dan Dampak Kemarau Panjang 2026

  • Krisis Air Bersih: Berbagai daerah seperti Di Daerah Tamerod’o menghadapi kekeringan terutama Petani Cengkeh dan Coklat warga serta penurunan debit sungai penting seper
  • Ancaman Penundaan masa tanam akibat tanah kering dikhawatirkan memicu risiko gagal panen serta ancaman krisis pangan dan lonjakan harga kebutuhan poko
Baca Juga:   Andi Rita Bhasaru Siap Akomodasi Peningkatan Pemberdayaan Kaum Perempuan

Kekeringan yang melanda Kabupaten Polewali Mandar dan Majene, Sulawesi Barat, mulai berdampak serius terhadap aktivitas pertanian.

Kepala Desa Tamerod’o Kecamatan Tamerod’o Kabupatenajene Sulawesi Barat, Supian, menjelaskan kondisi ini menjadi perhatian karena karena sebagian Besar warga Kecamatan Tamerodo’o hidup bertani Cengkeh dan Coklat.merupakan salah satu sentra tanaman andalan di Majene.

“Tentu kita khawatir dengan kondisi tersebut, karena khususnya di wilayah Majene yang menjadi sentral kita untuk komoditi tanaman pala wija. Karena suplai terbesar juga berada di Daerah ini, ,” ujar Supian saat wawancara di Kantor desa, Senin 5 September 2026.

Baca Juga:   Andi Syukri Tammalele Membuka secara Resmi Festival Sipamandar Tahun 2024

Ia menambahkan, pemerintah berupaya mengidentifikasi lahan-lahan yang masih memiliki ketersediaan air, terutama wilayah yang menggunakan sistem irigasi teknis. Lahan tersebut diharapkan tetap dapat ditanami setelah masa panen berakhir.

“Kita sudah mencoba melakukan pengiriman secara manual pada setiap pohon cengkeh dan Coklat beberapa bulan terakhir ini,namuna tidak ada manfaat terhadap. Tanaman,” tambahnya.

Namun, pengaturan penyiraman pada tanaman tetap diperlukan agar seluruh bisa bertahan untuk sementara waktu,namaun jika hujan tidak ada pada bulan 101 ini para petani. akan menjerit akibat tanaman. Mereka akan layu dan mati,” Keluh Kades Tamerodo’o.

Baca Juga:   Bupati Majene menyerahkan Bantuan Sarana Perikanan

“Tidak mungkin petani mampu melakukan penyiraman setiap hari,jika kondisi kemarau terus berlangsung akan sangat berdampak pada ekonomi mereka,karena hasil kebunan yang selama ini menjadi urat nadi mereka tidak bisa menghasilkan buah akibat kuran air, Itu akan berpengaruh terhadap pendapatan petani,” tutupnya.

Penulis ; Wahid Halapir