Kritikan Pedas Terhadap Dinas Pariwisata, Pantai Barane Dinilai Tidak Layak Jadi Tujuan Wisata

Kondisi terkini Pariwisata Pantai Barane Kab. Majene yang diduga kurang terurus. Foto diambil di momen dan hari yang berbeda namun Kondisi tetap sama.(Red)

MAJENE — Sorotan tajam datang dari masyarakat terhadap Pemerintah Daerah dan Dinas Pariwisata Kabupaten Majene yang dinilai gagal dalam mengelola Pantai Barane sebagai salah satu Destinasi wisata unggulan. Pantai yang terletak tidak jauh dari pusat kota ini berserakan sampah di berbagai sudut, termasuk di bibir pantai yang seharusnya menjadi daya tarik utama bagi wisatawan. Sabtu (17/5/25)

Kondisi ini sangat memprihatinkan mengingat di lokasi tersebut terdapat Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pariwisata yang secara rutin menarik retribusi dari para pengunjung. Namun, ironisnya, hasil pungutan tersebut tidak tampak dialokasikan untuk menjaga kebersihan atau perawatan kawasan pantai, bahkan terkesan diabaikan.

Salah seorang pengunjung berinisial S menyampaikan rasa kecewanya terhadap kondisi Pantai Barane. Ia mengaku heran mengapa destinasi yang kerap dipromosikan sebagai ikon wisata Majene justru terlihat kumuh dan tidak terurus. “Kalau memang ingin mengembangkan pariwisata, seharusnya dimulai dari hal sederhana seperti menjaga kebersihan,” ungkapnya.

Baca Juga:   PMII Unsulbar Menolak Kehadiran PJ Gubernur Di Kab.Majene

Kritik juga mengarah pada keberadaan sejumlah proyek pariwisata di Pantai Barane, seperti pembangunan panggung Theater Barane dan fasilitas lainnya yang kini terbengkalai. Proyek-proyek tersebut dinilai hanya menghabiskan anggaran tanpa kejelasan pemanfaatan, bahkan tidak memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan daya tarik wisata pantai.

Kondisi ini menjadi ironi tersendiri di tengah digencarkannya program 100 Hari Pemerintahan AST-RITA yang mengusung slogan “Majene Mapaccing” dan “Majene Terang.” Sementara pemerintah mendorong kebersihan dan tata kelola yang baik, justru Dinas Pariwisata menunjukkan kinerja yang bertolak belakang melalui pengelolaan Pantai Barane.

Seharusnya, program “Majene Mapaccing” tidak hanya menjadi slogan semata, namun benar-benar diterjemahkan ke dalam tindakan nyata oleh setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD), terutama yang bersentuhan langsung dengan pelayanan publik dan pengembangan sektor wisata.

Baca Juga:   Akreditasi RSUD Majene Oleh LARS DHP Diharapkan Hasil Paripurna

Masyarakat berharap ada evaluasi serius terhadap kinerja Dinas Pariwisata Majene, termasuk UPTD yang bertugas di lapangan. Jika pengelolaan Pantai Barane terus dibiarkan seperti ini, maka Majene akan kehilangan potensi besar dari sektor pariwisata yang seharusnya menjadi motor penggerak ekonomi daerah.

Kepala Disbudpar Kabupaten Majene, Drs. Ahmad Djamaan, M.Si saat dikonfirmasi terkait kondisi tersebut menyampaikan bahwa Problem Rutin Wisata Pantai adalah Fenomena sampah kiriman yang hanyut dibawah arus laut yang terjadi direntang waktu musim Timur bulan Mei sampai dengan Agustus dan musim barat November sampai Februari.

Ia juga menambah bahwa hal tersebut menjadi tantangan tersendiri ketika dibersihkan di pagi hari akan muncul lagi sore dan malam hari. Namun dijelaskan bahwa para petugas dari Disbudpar tetap siap siaga dalam membersihkan namun kadang Volume sampah lebih tinggi sehingga petugas kewalahan.

Baca Juga:   Bupati Majene Perpanjangan SK P3K Formasi Guru

“InshaAllah petugas kami akan turun All Out penanganan sampah kiriman tersebut” Ungkapnya melalui Pesan WhatsApp

Ahmad juga menyampaikan perlu penanganan sampah secara terpadu, terutama kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah ke laut, disamping tentunya ada upaya serius pemerintah melakukan penanganan sampah secara terpadu dan terkendali.

Ditanyai terkait Infrastruktur yang kurang termanfaatkan dengan baik yang ada di wisata pantai Barane, Kadis Disbudpar mengatakan bahwa terkait infrastruktur yg mengalami rusak berat itu sudah diusulkan melalui mekanisme usulan Renja OPD Dinas Budpar sejak 2025 dan dilanjutkan lagi di 2026, sedangkan fasilitas lain seperti air, gazebo dan panggung secara bertahap akan di maksimalkan melalui dana pemeliharaan tahun 2025 ini.(Red)