Budaya  

Pemkab Majene, Siapkan Rencana Induk Pariwisata untuk Kembangkan Destinasi Unggulan

MAJENE, || Channelsulbar. Com–
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majene,  Sulawesi Barat, menggandeng Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Makassar untuk memperkuat pembangunan sektor pariwisata melalui penyusunan rencana induk, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), serta pengembangan potensi destinasi wisata daerah.

Bupati Majene, Andi Achmad Syukri Tammalele, menilai keterlibatan perguruan tinggi menjadi salah satu faktor penting dalam mewujudkan pembangunan daerah yang terarah.

“Pembangunan daerah, termasuk pembangunan sektor kepariwisataan, tak mungkin bisa terwujud dengan baik tanpa melibatkan perguruan tinggi atau para akademisi sebagai salah satu unsur pentahelix kepariwisataan yang harus bersinergi dengan pemerintah daerah,” ungkapnya.Senin ..

” Menurutnya, kerja sama dengan Poltekpar Makassar diharapkan dapat memperkuat kualitas perencanaan sekaligus mendukung visi pembangunan daerah, yakni Majene Maju, Mandiri, dan Berbudaya dalam Bingkai Religius.

Potensi Wisata Bahari hingga Budaya Mandar Jadi Perhatian Kabupaten Majene memiliki sejumlah potensi pariwisata yang dapat dikembangkan, mulai dari wisata bahari, wisata alam, hingga wisata budaya dan sejarah.

Bupati Majene menjelaskan, daerahnya memiliki kekayaan tradisi Mandar yang menjadi bagian penting dari identitas budaya masyarakat.

Selain itu, Majene juga memiliki nilai sejarah karena pernah menjadi pusat pemerintahan Afdeling Mandar pada masa kolonial.” Jelas Andi Syukri.

Sejumlah kawasan wisata yang disebut memiliki potensi pengembangan antara lain Mangrove Tamo, Dato, Barane, Pantai Taraujung, serta kawasan ekowisata Limboro Rambu-Rambu. Kawasan Limboro Rambu-Rambu juga memiliki daya tarik berupa pemandian air panas Makula.Keberagaman potensi tersebut menjadi salah satu pertimbangan penting dalam penyusunan arah pembangunan pariwisata daerah.

Melalui perencanaan yang lebih terarah, Pemkab Majene berharap pengembangan destinasi dapat dilakukan dengan tetap memperhatikan karakteristik wilayah serta nilai budaya masyarakat setempat.Penguatan
SDM dan Pendampingan Masyarakat

Kerja sama Poltekpar Makassar 
dan Pemkab Majene tidak hanya difokuskan pada penyusunan dokumen RIPPARKAB.Kedua pihak juga membuka peluang kolaborasi dalam pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Herry berharap kerja sama tersebut dapat berkembang menjadi berbagai kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan pelaku usaha pariwisata.

Bentuk kontribusi yang diharapkan antara lain peningkatan kompetensi pelaku pariwisata, penelitian terapan, pengembangan destinasi, serta pendampingan masyarakat dalam mengelola potensi wisata lokal.
Penguatan SDM menjadi aspek penting karena pembangunan destinasi membutuhkan dukungan masyarakat yang memiliki keterampilan dan pemahaman mengenai pengelolaan pariwisata.

Baca Juga:   Pusat Studi Unsulbar Gelar Aksi Bersih Pantai dan Edukasi Pengelolaan Sampah di Palipi Soreang, Dorong Ekowisata Desa

” Lanjut Bupati, pemilihan Poltekpar Makassar sebagai mitra didasarkan pada pengalaman dan kompetensinya sebagai perguruan tinggi vokasi pariwisata di bawah naungan Kementerian Pariwisata.
Ia berharap kesepakatan yang telah ditandatangani segera ditindaklanjuti melalui kegiatan konkret.

Pengembangan sektor pariwisata diharapkan mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan dan budaya lokal.Melalui kolaborasi pemerintah daerah dan perguruan tinggi, pengembangan destinasi wisata Majene diharapkan dapat dilakukan secara lebih terarah dan berkelanjutan.

Kerja sama ini menjadi langkah awal Pemkab Majene dan Poltekpar Makassar  dalam memperkuat perencanaan pariwisata, meningkatkan kualitas SDM, serta mengoptimalkan potensi wisata bahari, alam, budaya, dan sejarah yang dimiliki Kabupaten Majene.****

Baca Juga:   Kadisbudpar Majene H.Ahmad Djamaan: Pemuda Patriotik dan Gigih, Garda Terdepan Pelestarian Budaya Bangsa

(WHD)