MAkASSAR, Channelsulbar.Com-PSM Makassar akan menghadapi tiga pertandingan yang bisa menjadi titik penentu arah musim. Bukan hanya soal tambahan poin, tetapi juga soal mental, konsistensi, dan kematangan taktik tim asuhan Tomas Trucha.
Menghadapi Dewa United, PSM dituntut bermain lebih disiplin. Dewa dikenal rapi dalam membangun serangan dan berbahaya saat transisi. PSM tidak boleh terlalu terbuka atau mudah terpancing tempo cepat. Kunci laga ini ada pada kestabilan lini tengah dan efektivitas penyelesaian akhir. Jika pressing berjalan terorganisir dan pertahanan tetap solid, peluang mengamankan poin sangat terbuka.
Laga berikutnya kontra Persija Jakarta selalu sarat gengsi. Ini bukan sekadar pertandingan biasa, tetapi duel penuh tekanan dan tensi tinggi. Persija punya karakter bermain agresif dan kuat dalam duel lini tengah. PSM harus tampil berani namun tetap tenang. Penguasaan bola dan kecerdasan membaca momentum akan sangat menentukan. Kemenangan di laga ini bukan hanya soal tiga poin, tapi juga soal kepercayaan diri tim.
Kemudian saat menghadapi Persebaya Surabaya, tantangan PSM tidak hanya soal taktik dan fisik, tetapi juga emosional. Persebaya dikenal dengan tempo permainan cepat dan pressing agresif. PSM harus siap menghadapi tekanan sejak awal laga. Menariknya, di pertandingan ini PSM juga akan berhadapan dengan mantan pelatih mereka sendiri ( Bernardo Tavares). Duel ini tentu menghadirkan nuansa berbeda — ada gengsi, ada pembuktian, dan ada strategi yang sudah saling mengenal satu sama lain. Siapa yang lebih cerdik membaca permainan, itu yang akan keluar sebagai pemenang.
Tiga laga ini adalah ujian sesungguhnya bagi Pasukan Ramang. Jika mampu melewatinya dengan hasil positif, PSM Makassar akan kembali menunjukkan bahwa mereka layak diperhitungkan dalam persaingan papan atas musim ini.



