MAJENE – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Majene kini resmi berada di bawah kepemimpinan Dra. Hj. Yuliani sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas. Sebelumnya, Yuliani menjabat sebagai Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kabid Kemas) Dinkes Majene.
Penunjukan ini dilakukan setelah Kepala Dinas Kesehatan definitif, Dr. Rahmat, memasuki masa purnabakti. Bupati Majene, Dr. H. Andi Syukri Tammalele, SE., MM berharap Yuliani dapat menjalankan tugas dengan baik, amanah, dan menjaga kesinambungan program kesehatan yang telah berjalan.
Salah satu fokus utama Yuliani saat ini adalah program Integrasi Layanan Primer (ILP), sebuah inisiatif nasional dari Kementerian Kesehatan RI berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2023. Program ini telah mulai diimplementasikan sejak Januari 2024.
Menurut Yuliani, Dinkes Majene bergerak cepat dalam menyambut program ILP, di antaranya dengan melakukan kaji tiru ke Kabupaten Maros, yang telah menjadi contoh pelaksanaan ILP di Sulawesi Selatan. Maros memiliki puskesmas unggulan sebagai pilar ILP regional. Senin,(2/6/25)
Program ILP bertujuan mendekatkan akses layanan kesehatan promotif, preventif, kuratif, rehabilitatif, dan paliatif secara komprehensif dan berkualitas kepada masyarakat. Pelayanan mencakup seluruh fase kehidupan, mulai dari ibu hamil hingga lansia.
ILP berfokus pada tiga aspek utama: integrasi pelayanan berdasarkan siklus hidup, perluasan layanan hingga tingkat kalurahan dan padukuhan, serta penguatan pemantauan wilayah melalui dashboard situasi kesehatan. Puskesmas juga didesain ulang menjadi lima klaster layanan.
Yuliani menjelaskan bahwa sasaran ILP mencakup ibu hamil, bayi, anak-anak, remaja, dewasa, hingga lansia. Posyandu juga mengalami transformasi, dari yang sebelumnya terpisah menjadi Posyandu ILP yang melayani seluruh siklus hidup dalam satu sistem pelayanan terintegrasi.(Rls)


