Oleh Prof. Dr. Ir. Rahmadi Tambaru, M.Si
Guru Besar Unhas/Pemerhati Pendidikan
Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Kabupaten Majene dan Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) untuk membuka kelas kerja sama pada Program Teknik Sipil (D3), Teknik Listrik (D3), dan Teknik Mesin (D3), serta Studi Akuntansi Manajerial (D4) menjadi kabar yang patut disambut dengan optimisme. Langkah yang ditandai dengan penandatanganan oleh Bupati Majene, Dr. H. A. Achmad Syukri, S.E., M.M., bersama jajaran pimpinan PNUP, Kamis 23 Juli 2026, bukan sekadar memenuhi agenda pemerintahan, melainkan menjadi titik awal lahirnya sebuah cita-cita besar, yaitu menghadirkan Politeknik Negeri Sulawesi Barat (PNSB) di Kabupaten Majene.
Komitmen tersebut juga mendapat dukungan penuh dari Wakil Bupati Majene, Dr. Hj. A. Ritamariani Basharoe, M.Pd., unsur Forkopimda, pimpinan organisasi perangkat daerah, dan lembaga pendidikan menengah, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. Kehadiran mereka menunjukkan pembangunan pendidikan tinggi vokasi dipandang sebagai agenda strategis yang membutuhkan dukungan seluruh komponen daerah.
Yang menarik, lahirnya kerja sama itu atas peran Forum Komunikasi Profesor Sulawesi Barat Indonesia (FKPSBI), sebuah wadah yang menghimpun akademisi lintas perguruan tinggi. Forum ini menghadirkan sejumlah akademisi terkemuka, di antaranya Prof. Muhammad Amri, Ph.D. (UNHAS), Prof. Dr. Atjo Wahyu, M.Kes. (UNHAS), Prof. Dr. Madris, S.E., DPS, M.Si. (UNHAS), Prof. Dr. Ir. Rahmadi Tambaru, M.Si (UNHAS), Prof. Dr. H. Andi Ummu Salmah, S.KM., M.Sc. (UNHAS), Prof. Gufron Darma Dirawan, S.T., M.EMD. (UNM), Prof. Dr. Burhanuddin, M.Si (UNSULBAR), dan Prof. Dr. Mulyadi, S.Ag., M.Sos.I (STAIN Majene). Kehadirannya memperlihatkan bahwa dunia akademik tidak hanya di ruang kuliah dan laboratorium, tetapi ikut merancang arah pembangunan daerah melalui penguatan pendidikan tinggi.
Dari pihak PNUP, hadir diantaranya Prof. Ahmad Rizal Sultan (Wakil Direktur 1), Dr. Ir. Nurhayati, S.Si., M.T. (Wakil Direktur 4), Dr. Ir. Basyar Bustam, M.T., Dr. Ir. Hasmar Halim, S.T., M.T., IPM., dan Yedi G., S.ST., MTCRA, Prof. Dr. Ir. Hafsah Nirwana, MT. Keterlibatan langsung pimpinan PNUP menunjukkan keseriusan institusi itu untuk mendampingi pengembangan pendidikan vokasi di Sulbar.
Kolaborasi yang dibangun merupakan implementasi nyata dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Pemerintah daerah menyediakan dukungan kebijakan dan fasilitas, perguruan tinggi menghadirkan kapasitas akademik, sementara para profesor memberikan arah pemikiran dan pendampingan ilmiah. Sinergi inilah yang selama ini sering didengungkan, tetapi belum banyak diwujudkan dalam bentuk program konkret.
Selama ini, salah satu tantangan pembangunan di Sulawesi Barat adalah belum optimalnya ketersediaan tenaga kerja terampil yang sesuai dengan kebutuhan pembangunan. Di tengah berkembangnya sektor konstruksi, jasa, industri kecil, dan pelayanan publik, kebutuhan terhadap tenaga ahli di bidang teknik maupun manajemen terus meningkat. Tidak sedikit peluang kerja yang akhirnya diisi oleh tenaga profesional dari luar daerah karena kompetensi tersebut belum tersedia dalam jumlah yang memadai.
Karena itu, pilihan membuka Program Studi Teknik Sipil, Teknik Listrik, dan Teknik Mesin, serta Akuntansi Manajerial merupakan keputusan yang tepat. Keempat bidang tersebut tidak hanya selaras dengan arah pembangunan daerah, tetapi juga membuka peluang kerja yang besar karena kebutuhan tenaga kerja terampil di berbagai sektor terus meningkat. Pendidikan vokasi yang menekankan penguasaan keterampilan praktis akan menghasilkan lulusan yang lebih siap memasuki dunia kerja sekaligus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
Tidak kalah pentingnya, ruang lingkup kerja sama yang disepakati telah dirancang secara menyeluruh. Mulai dari rekrutmen mahasiswa, penyusunan kuota, pelaksanaan proses pembelajaran, penyediaan dosen, sarana dan prasarana, praktik industri dan magang, pembinaan akademik, hingga monitoring dan evaluasi program. Seluruh tahapan tersebut diperkuat melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) sehingga implementasinya memiliki kepastian dan keberlanjutan.
Kelas kerja sama ini juga diproyeksikan sebagai embrio berdirinya PNSB di Majene. Apabila cita-cita tersebut dapat terwujud, Sulbar akan memiliki pusat pendidikan vokasi negeri yang mampu menghasilkan tenaga profesional sesuai kebutuhan daerah. Dampaknya bukan hanya pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, tetapi juga pada pertumbuhan ekonomi, peningkatan daya saing daerah, dan berkurangnya ketergantungan terhadap tenaga kerja dari luar.
Tentu saja, keberhasilan program ini tidak berhenti pada penandatanganan MoU. Komitmen semua pihak harus terus dijaga. Pemerintah Kabupaten Majene perlu memastikan dukungan berkelanjutan. PNUP harus menjaga mutu penyelenggaraan pendidikan. FKPSBI diharapkan terus menjadi mitra strategis yang memberikan pendampingan akademik dan pemikiran kritis bagi pengembangan institusi ini.
Pada akhirnya, pembangunan daerah tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran atau megahnya infrastruktur. Masa depan Sulawesi Barat sangat bergantung pada kualitas manusianya. Karena itu, kolaborasi yang telah dibangun oleh Bupati Majene, Politeknik Negeri Ujung Pandang, dan Forum Komunikasi Profesor Sulawesi Barat Indonesia patut dijadikan contoh bagaimana pemerintah, perguruan tinggi, dan kalangan akademisi dapat berjalan bersama membangun daerah. Semoga langkah yang dimulai di Majene ini benar-benar menjadi tonggak lahirnya Politeknik Negeri Sulawesi Barat dan menjadi warisan pembangunan yang manfaatnya dirasakan oleh generasi-generasi mendatang.



