UPTD Puskesmas Totoli Siapkan Tim Tangguh untuk PMT Lokal Berbasis Kearifan

MAJENE — UPTD Puskesmas Totoli, Kabupaten Majene, menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Tim Pengelola Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Lokal di Z-Caffe, Rabu (7/5/25). Kegiatan ini diinisiasi oleh Dinas Kesehatan sebagai bentuk peningkatan kapasitas tim dalam mengelola dan menyajikan makanan tambahan bergizi yang berbasis lokal untuk mendukung pemenuhan gizi anak-anak di wilayah kerja Puskesmas Totoli.

Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader serta petugas gizi dalam merancang menu dan mengolah bahan makanan lokal yang bergizi, murah, dan mudah diakses masyarakat. Dengan pendekatan berbasis kearifan lokal, diharapkan kegiatan ini bisa menekan angka stunting serta memperbaiki status gizi anak balita di daerah tersebut.

Baca Juga:   Wakil Bupati Majene Tekankan Sinergi Lintas Sektor Percepat Penurunan Stunting

Para peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi pelatihan, yang mencakup teori gizi, demo masak, hingga praktik penyusunan menu harian berbasis kebutuhan anak. Salah satu peserta menyampaikan harapannya agar pelatihan ini menjadi awal dari perubahan nyata di lapangan. “Semoga semua kegiatan yang kita lakukan hari ini mendapat berkah dan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga:   Sekda Ardiansyah Kunjungi Pasien Dugaan Keracunan Makanan PMT

Kepala UPTD Puskesmas Totoli menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan narasumber yang telah berkontribusi dalam pelatihan ini. Ia menekankan pentingnya implementasi hasil pelatihan dalam kegiatan pelayanan masyarakat. “Tentu harapannya kegiatan ini tidak hanya berhenti di ruangan, tapi bisa diterapkan langsung untuk mendukung tumbuh kembang anak-anak di lingkungan kita,” tuturnya.

Baca Juga:   Dukung Tumbuh Kembang Anak, Dinkes Majene Gelar Kelas Balita di Tallu Banua Utara

Dengan berakhirnya kegiatan pelatihan ini, diharapkan seluruh tim pengelola PMT lokal dapat menjalankan tugasnya secara optimal. Kolaborasi antara petugas kesehatan, kader, dan masyarakat akan menjadi kunci dalam menciptakan generasi sehat dan bebas dari gizi buruk di Kabupaten Majene.