Pencegahan dan penurunan Stunting Digalakkan Hingga menyisir Desa

Gambar: Upaya Pencegahan dan Penanganan Stunting, Desa Lalattedzong Berikan Makanan Tambahan Kepada Balita dan Ibu Hamil.

MAJENE – Sejalan dengan Program Intervensi Lintas Sektor yang melibatkan Beberapa Dinas diantara Dinas Kesehatan, DPPKB, Kecamatan, kelurahan dan Desa dalam pencegahan dan penurunan Stunting, Pemerintah Desa (Pemdes) Lalatezdong Kecamatan Sendana Kabupaten Majene menyalurkan program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk meningkatkan kesehatan kepada ibu hamil dan ibu menyusui.

Baca Juga:   Dalam Penanganan PTM, Kader Posyandu Memerlukan Keterampilan Khusus

Kepala Desa Lalatezdong Ridwan Maruseng melalui Kasi Pelayanan Jaenal mengatakan program PMT guna pencegahan stunting, dan upaya mencukupi kebutuhan gizi Balita dan ibu Hamil.

“Program PMT ini, berupa beras, telur, kacang ijo, wortel, susu dan gula merah. Anggarannya bersumber dari anggaran Dana Desa (DD) tahap dua 2024,” terang Jaenal, Jumat (17/05/2024).

Baca Juga:   Peringati Hari Posyandu Nasional, Kapus Sendana I: Ayo ke Posyandu

Dijelaskan, program PMT diberikan kepada 15 orang ibu hamil bersama balita. “Pemerintah desa akan berusaha semaksimal mungkin sesuai dengan mekanisme,” ujarnya.

Senada disampaikan Kades Lalatezdong Ridwan Maruseng bahwa program PMT merupakan upaya Pemdes untuk pencegahan penanganan stunting. “Dan juga ibu-ibu hamil pada bulan pertama bisa menyediakan asupan gizinya terpenuhi untuk bayinya,” ungkapnya.

Baca Juga:   Momentum HKN ke-61, Ketua Komisi III DPRD Majene Dorong Masyarakat Hidup Sehat dan Turunkan Stunting

Tinggalkan Balasan