Desa Lalatzdong Gelar Rembuk Stunting Utuk Penyusunan RKPDES Tahun 2027

MAJENE,- Channelsulbar. Com-Pemerintah Desa (Pemdes) Lalatezdong Kecamatan Sendana Kabupaten Majene,menggelar acara Rembuk Stunting sebagai upaya nyata dalam mengatasi masalah stunting di wilayahnya.sebagai forum musyawarah untuk mengidentifikasi masalah gizi, memetakan sasaran keluarga berisiko, dan menyepakati program prioritas pencegahan stunting yang akan dimasukkan ke dalam Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) dan APBDes.

Acara yang dihadiri oleh berbagai pihak terkait,Camat Sendana,Kapus Sendana, kader Posyandu, serta Pendamping Desa P3M,Ketua dan Anggota BPD,Ketua Kopdes,Karang Taruna, Aparat Desa, menunjukkan komitmen serius untuk mengurangi angka stunting di tingkat desa, kegiatan di laksanakan di Aula Kantor Desa jum’at 12 Juni 2026.

Baca Juga:   Kadinkes Majene Geram; SPPG Mitra Tak Hadiri Sosialisasi

Kepala Desa Lalatezdong,Ridwan Maruseng dalam sambutannya menyatakan bahwa Rembuk Stunting merupakan platform penting untuk merumuskan langkah-langkah strategis dalam percepatan penurunan angka stunting pada balita.

“Menurutnya, kolaborasi proaktif antara masyarakat dan pemerintah desa sangat diperlukan agar upaya ini dapat berjalan efektif.Kendatipun Desa Lalatezdong tidak termasuk Desa lokus,namun tidak berarti kita harus santai justuru harus kita mawas diri.
“Ujarnya.

Disamping itu, saat ini Dana Desa(DD) Sangat kurang, Namun kita harus bangkit untuk mencari pendapatan asli desa.Pemudah karang taruna desa kita, Sebut ” Pak desa berusaha membuat sebuah inovasi untuk mendapatkan PAD desa.Pihak pemdes Memberikan dukungan dalam bentuk perbaikan jalan menuju tempa wisata sepanjang 1 kilimeter, dengan melakukan perubahan anggaran yang tidak terlalu di mendesak. ” Jelas Ridwan dalam sambutan jum’at 12 Juni 2026.

Baca Juga:   Bupati Majene Tunjuk Dra. Hj. Yuliani sebagai Plt. Kadis Kesehatan Gantikan Dr. Rahmat

Camat Sendana, Nardi,S.Pd ” turut menyoroti urgensi penanganan stunting sebagai prioritas pemerintah. “Stunting tidak hanya mempengaruhi tumbuh kembang anak, tetapi juga kualitas sumber daya manusia secara keseluruhan,” ujarnya. Ia menekankan perlunya pendekatan terpadu dan terkoordinasi lintas sektor untuk menangani permasalahan ini secara efektif.

Baca Juga:   Pj Desa Palipi Soreang Gelar MusDes Penetapan APBDes 2024

Ia menegaskan bahwa tujuan dari Rembuk Stunting Tingkat Desa adalah mencetak generasi emas yang bebas dari stunting. “Kegiatan ini diharapkan mampu membangun kapasitas dan komitmen pemerintah desa dalam merencanakan, mengimplementasikan, memantau, dan mengevaluasi intervensi yang terpusat,” katanya.

Langkah-langkah ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah dalam mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, khususnya dalam hal kesehatan anak dan kelangsungan generasi masa depan. Dengan demikian, acara Rembuk Stunting ini diharapkan dapat menjadi tonggak penting dalam upaya mewujudkan desa yang sehat dan produktif secara keseluruhan. (Wid)