Pemkab Mateng Gelar Salat Istisqa,Berharap Kemarau Panjang Cepat Belalu

MAMUJU TENGAH,Channelsulbar.Com — Kemarau Panjang Sarbini melanda seluruh kawasan Sulawesi, berdampak Kepada para petani.Kamarau panjang ini sudah berlansung selama tiga bulan.Sehingga Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) menggelar Salat Istisqa di halaman Kantor Bupati Mamuju Tengah, Kamis (20/8/2026).

Salat Istisqa yang dilaksanakan sebagai ikhtiar dan doa untuk memohon turunnya hujan tersebut diikuti ratusan jamaah dari berbagai kalangan. Hadir dalam kegiatan itu unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), TNI-Polri, santri, pengasuh pondok pesantren, serta masyarakat.

Baca Juga:   Tiang Listrik di Desa Tasokko Tidak Memenuhi Standar Akan Menjadi Prioritas Utama pada Tahun 2027

Bupati Mamuju Tengah, Arsal Aras, mengatakan pelaksanaan Salat Istisqa dilakukan menyusul kemarau yang telah berlangsung sekitar tiga bulan. Kondisi tersebut berdampak pada lebih dari 20 desa di wilayah Mamuju Tengah.

Menurutnya, kemarau panjang telah menyebabkan kekeringan di sejumlah wilayah dan mulai memberikan dampak terhadap kehidupan masyarakat. Terlebih, berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi kemarau diperkirakan masih akan berlangsung.

Baca Juga:   Jelang Pelantikan, DPC Demokrat Mateng Rapat Pemantapan

“Salat Istisqa ini merupakan ikhtiar kita bersama untuk memohon kepada Allah SWT agar segera menurunkan hujan,” ujar Arsal Aras.

Ia berharap hujan segera turun sehingga kondisi kekeringan yang melanda sejumlah wilayah dapat teratasi dan kebutuhan masyarakat terhadap air kembali terpenuhi.

Baca Juga:   Akhiri Konflik Sosial di Mateng, Kapolda Sulbar Dorong Pembentukan Satgas

Selain Salat Istisqa, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan pemberian santunan kepada anak yatim piatu. Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian sosial sekaligus mengajak masyarakat menghadapi kondisi kemarau dengan doa dan kebersamaan.

Pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga ketersediaan dan menggunakan air secara bijak selama musim kemarau masih berlangsung. (S/W