KALTIM,-Jalur transportasi laut Bontang-Mamuju akan terealisasi tahun ini. Bahkan, Pemkot Bontang memastikan kajian proyek tersebut telah rampung.
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris mengatakan, hasil dari kajian tersebut menunjukkan prospek yang menguntungkan.
Sehingga, tanpa perlu bergantung pada subsidi dari kas daerah. Bahkan, beberapa operator kapal sudah banyak yang tertarik dengan jalur ini.
Dalam waktu dekat dirinya akan melakukan rapat strategis bersama Dinas Perhubungan untuk menindaklanjuti ketertarikan sejumlah operator kapal.
Komunikasi awal pun telah dilakukan guna menjaring calon mitra yang siap mengoperasikan rute tersebut.
“Pekan ini kami rapat lagi untuk memastikan siapa saja yang berminat. Kajian dari pemerintah sudah selesai dan hasilnya cukup positif,” kata Agus Haris, Kamis, 16 April 2026.
Kajian tersebut menjadi kunci utama dalam menarik investor, mulai dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) maupun pihak swasta.
Nantinya, hasil analisis itu akan dipaparkan secara terbuka agar calon operator dapat menilai kelayakan bisnis rute Bontang–Mamuju secara komprehensif.
Ia menekankan rute ini berpotensi berjalan tanpa subsidi. Dalam dunia transportasi laut, subsidi biasanya menjadi faktor krusial karena tingginya biaya operasional.
Namun, berdasarkan kajian yang dilakukan bersama Kementerian Perhubungan, rute ini dinilai tetap menguntungkan secara bisnis.
“Biasanya kendala ada di subsidi. Tapi dari kajian kami, rute ini bisa berjalan tanpa subsidi. Ini yang menjadi nilai jual bagi investor,” jelasnya.
Meski demikian, sejumlah tantangan tetap perlu diantisipasi. Salah satunya adalah kesesuaian perhitungan antara pemerintah dan calon operator.
Jika terjadi perbedaan analisis, terutama terkait potensi keuntungan, maka skema kerja sama bisa saja berubah.
Di sisi lain, kesiapan armada kapal disebut bukan menjadi persoalan besar. Beberapa operator telah menunjukkan sinyal ketertarikan, termasuk perusahaan pelayaran nasional seperti ASDP yang telah memiliki infrastruktur pelabuhan di Mamuju.
“Beberapa sudah kami hubungi, termasuk dari BUMN. Bahkan operator swasta juga ada yang mulai melirik,” tambahnya.
Jika seluruh proses berjalan sesuai rencana, rute kapal Bontang–Mamuju ditargetkan mulai beroperasi pertengahan tahun ini.
Kehadiran jalur ini diharapkan tidak hanya mempermudah mobilitas masyarakat, tetapi juga membuka akses ekonomi baru antarwilayah, mempercepat distribusi barang, serta memperkuat konektivitas kawasan pesisir Kalimantan dan Sulawesi.
“Kami ingin jalur transportasi dan pertumbuhan ekonomi lebih terbuka lagi dengan masuknya rute baru ini,” terangnya.****
Laporan ; Lim



