MAKASSAR, – Beberapa pemuka agama di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), berencana melaporkan penyebar pertama kali video ceramah Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla, yang diduga bermuatan penistaan agama.
Pemuka agama yang tergabung dalam kelompok Anti Provokator Nasional itu diketuai oleh mantan Ketua Umum Forum Ummat Islam Bersatu (FUIB) Sulsel, Muchtar Daeng Lau.
Sementara, para pelapor di antaranya adalah Ketua Muhammadiyah Makassar, Muhammad Said Abdul Shamad dan eks anggota Front Pembela Islam (FPI) Sulsel, Habib Husein.
Muchtar mengatakan pelaporan terhadap penyebar pertama video tersebut perlu ditempuh karena telah terjadi framing negatif terhadap JK.
Menurutnya, video yang tidak utuh terkait ceramah JK berakibat munculnya provokasi di tengah masyarakat.
Dia menegaskan JK merupakan tokoh yang berpikiran untuk selalu menjaga persatuan dan kesatuan.
“Kita tahu bersama bahwa sosok Pak JK bukanlah tokoh sembarangan, beliau terlibat langsung dalam mendamaikan konflik baik di Ambon, Poso, ataupun di Aceh,” kata Muchtar saat konferensi pers di Warkop Pojok, Jl Urip Sumoharjo, Kecamatan Panakkukang, Makassar, Jumat (17/4/2026), dikutip dari Tribun Timur.
Penulis: Yohanes Liestyo Poerwoto



