MAJENE,Channelsulbar.Com– Musim kemarau panjang yang masih melanda wilayah Kabupaten Majene menggerakkan unsur Pemerintah Daerah, jajaran Kementerian Agama, tokoh agama, serta segenap lapisan masyarakat untuk memperkuat ikhtiar lewat jalan spiritual. Hal ini terwujud dalam pelaksanaan Salat Istisqa secara berjamaah di halaman Pendopo Rumah Jabatan (Rujab) Bupati Kabupaten Majene, Senin (14/9/2026).
Salat Istisqa ini menjadi wujud nyata ikhtiar bersama di tengah kekeringan yang berlangsung. Dalam suasana yang khusyuk dan penuh ketenangan hati, seluruh jamaah bersatu memanjatkan doa tulus agar Allah SWT segera menganugerahkan hujan yang membawa rahmat, keberkahan, keselamatan, serta kesejahteraan bagi seluruh masyarakat dan alam di Majene.
Penyampaian khutbah pada kesempatan itu mengajak jamaah untuk tidak memandang kemarau panjang semata-mata sebagai fenomena alam semata, namun juga sebagai momen berharga untuk merenung dan melakukan introspeksi diri. Seluruh umat diajak untuk memperbanyak istighfar, bertobat dengan sungguh-sungguh, memperbaiki kualitas diri, mempertebal amal kebajikan, serta senantiasa menjaga hubungan baik dengan sesama makhluk maupun lingkungan sekitar.
“Musibah yang terjadi hendaknya tidak hanya kita pandang sebagai peristiwa alam, tetapi juga menjadi bahan introspeksi mendalam. Jangan-jangan terdapat perbuatan tangan manusia yang telah merusak keseimbangan alam dan justru mengundang datangnya kesulitan ini,” tegas pesan yang disampaikan dalam khutbah tersebut.
Pesan mendasar lainnya mengingatkan agar permohonan pertolongan tidak sekadar terucap lewat lisan semata. Salat Istisqa diharapkan menjadi titik balik kesadaran bahwa upaya mengatasi kemarau juga menuntut perubahan sikap dan perilaku nyata. Hal ini tercermin dalam sikap menjaga kelestarian lingkungan hidup serta senantiasa bersyukur atas setiap nikmat yang Allah berikan.
“Jangan sampai kita hanya memohon hujan dengan ucapan bibir, padahal hati dan perilaku kita belum berubah. Jadikanlah Salat Istisqa ini sebagai momentum untuk mengetuk pintu ampunan Allah, memperbanyak istighfar, memperbaiki diri, dan memohon agar Dia kembali melimpahkan rahmat-Nya kepada kita semua,” demikian seruan yang menyentuh hati para jamaah.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majene, H.M.Sahlan, turut hadir bersama Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam H. Muhammad Yusuf beserta jajarannya, memperkokoh pelaksanaan ibadah bersama tersebut. Sinergi yang terbina antara pemerintah daerah, tokoh agama, dan masyarakat dinilai sangat penting dalam menghadapi tantangan kemarau panjang, sekaligus membangun kepedulian yang lebih tinggi terhadap lingkungan dan kehidupan sosial yang harmonis.
Dari halaman Rumah Jabatan Bupati Majene, harapan terbesar dipanjatkan secara serentak: semoga Allah SWT segera mengakhiri masa kemarau, menurunkan hujan yang bermanfaat dan membawa keberkahan luas, serta senantiasa menjaga masyarakat Kabupaten Majene dalam keadaan aman, damai, dan sejahtera.
Laporan ; Wid



